Sidoarjo – Diabetes Melitus (DM) dan Hypertensive Diseases (HD) menjadi dua diagnosa tertinggi yang ditangani di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKTRL) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Sidoarjo.
Menurut data, jumlah kasus DM mencapai 330.051 dan HD sebanyak 515.171 kasus hingga Desember 2025.
Kepala Bagian Penjamin Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Sidoarjo, Shinta Febrina Nasution, menjelaskan bahwa tren kasus DM dan HD meningkat dua kali lipat sejak Desember 2019. Untuk mengatasi hal ini, BPJS Kesehatan Sidoarjo meluncurkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
“Prolanis adalah program terintegrasi antara peserta JKN, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan untuk mengelola penyakit kronis seperti DM dan HD,” kata Shinta.
Kegiatan Prolanis meliputi konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang, edukasi, dan senam.
BPJS Kesehatan Sidoarjo mengimbau peserta JKN untuk melakukan skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, atau datang langsung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Skrining ini bertujuan untuk mengetahui apakah peserta berisiko penyakit atau tidak.
“Jika berisiko, peserta disarankan langsung berkunjung ke FKTP terdaftar. Jika tidak berisiko, peserta dapat mempertahankannya melalui edukasi perilaku hidup sehat,” tambah Shinta.
BPJS Kesehatan Sidoarjo juga menekankan pentingnya menjalani pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, istirahat cukup, dan berolahraga.
“Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan jadikan JKN sebagai payung yang sudah sedia sebelum hujan,” tutup Shinta.(Jeff)
