KoranSidoarjo.id– Sebuah lembaran baru dimulai oleh dua warga binaan kasus terorisme di Lapas Kelas I Surabaya. Hari ini, Rabu (11/02/2026), suasana di Aula MD Arifin terasa lebih emosional saat ZY dan FA, dua narapidana terorisme (napiter), lantang mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedua pria yang sebelumnya terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini memilih untuk menanggalkan paham radikal mereka. Langkah ini menjadi bukti bahwa pendekatan hati ke hati jauh lebih efektif dalam proses deradikalisasi.

Sentuhan Humanis di Balik Jeruji
Perjalanan ZY dan FA menuju momen ini tidaklah instan. Sejak dipindahkan dari Rutan Depok pada Desember lalu, keduanya mengikuti serangkaian pembinaan yang jauh dari kesan kaku.

Kalapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, bercerita bahwa kunci keberhasilan ini adalah kemanusiaan. “Kami tidak hanya mendidik, tapi memberi mereka ruang untuk merenung dan berinteraksi. Mereka belajar melihat perbedaan sebagai warna, bukan ancaman,” tuturnya.

Menurut Sohibur, pendekatan yang humanis terbukti mampu mencairkan pola pikir lama dan membangun kembali kepercayaan diri mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Pancasila Sebagai Rumah Bersama
Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjenpas, Yulius Sahruzah, yang hadir langsung menyaksikan prosesi tersebut, memberikan pesan menyentuh.

Ia menyebut bahwa ikrar ini adalah tiket bagi mereka untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang utuh.

“Mulai hari ini, saudara adalah bagian dari kita yang siap menjaga Pancasila. Ingatlah, Pancasila adalah rumah besar bagi kita semua untuk hidup rukun dalam perbedaan,” pesan Yulius kepada kedua napiter.

Acara yang turut dihadiri perwakilan BNPT, Densus 88, dan tokoh agama ini ditutup dengan harapan besar. ZY dan FA diharapkan tidak hanya sekadar hafal Pancasila, tapi juga mampu membuktikannya melalui perilaku yang baik saat bebas nanti.

Kini, ZY dan FA siap menatap masa depan sebagai warga negara yang sadar akan tanggung jawabnya, membawa pesan perdamaian dari balik tembok lapas untuk Indonesia yang lebih sejuk.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *