SIDOARJO – Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH R Abdus Salam Mujib, mengungkapkan bahwa pembangunan musala tersebut sudah berjalan 9–10 bulan terakhir. Menurutnya, rencana pembangunan musala memang tidak menggunakan atap, melainkan hall di lantai atas untuk kegiatan para santri.

”Baru tiga dari lima lantai yang dikerjakan. Pengecoran sejak pagi sudah dilakukan,” ujarnya.

Abdus Salam mengatakan, saat musala runtuh, ada santri yang masih berada di dalam. Namun, sebagian besar sedang istirahat di luar atau mengikuti kegiatan sekolah di lantai bawah.

”Semuanya santri laki-laki. Ada santri yang didalam dan diluar sedang istirahat,” katanya.

KH Abdus Salam mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah santri yang tertimpa bangunan. Ia juga tidak sedang memimpin salat Ashar di musala tersebut.

”Saya kurang tahu berapa disana, karena saya posisi tidak disana,” katanya.

Namun, dirinya memastikan dengan adanya kejadian ini, pondok pesantren akan menghentikan sementara seluruh kegiatan sampai kondisi dinyatakan aman.

”Kami anggap ini sebagai takdir dari Allah. Kami minta semua wali santri dan santri bersabar menunggu proses evakuasi. Semoga diberi ganti oleh Allah yang lebih baik, diberi pahala yang tak bisa diutarakan,” ungkapnya.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *