KORANSIDOARJO.ID,- Operasi pencarian korban ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menimpa 171 santri, telah resmi dihentikan, Selasa (7/9/2025) pagi.

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syaifii, menyatakan bahwa operasi pencarian korban telah selesai setelah dipastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di bawah reruntuhan.

“Kegiatan yang dilaksanakan sejak 29 September dan hari ini masuk hari ke-9, kita telah menyelesaikan pelaksanaan pencarian dan pertolongan terhadap korban dan kita telah bisa memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh,” kata Marsdya TNI Mohammad Syaifii.

Pihak pondok pesantren mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan meminta maaf atas kejadian ini. Mereka juga mendoakan para santri yang meninggal mendapatkan tempat terbaik.

Sementara untuk proses belajar mengajar pihak perwakilan pondok pesantren Al-Khoziny yakni KH Zaenal Abidin selaku ketua alumni santri mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak ponpes.

“nanti akan dimusyawarahkan keluarga dalem, bagaimana mekanisme untuk tetap menyelenggarakan pendidikan disini..apa langkahnya masih dalam proses” jelas ketua PCNU Sidoarjo tersebut.

Sementara itu, Basarnas menyerahkan tanggung jawab pemulihan kepada pemerintah provinsi Jawa Timur dan kabupaten Sidoarjo, terkait pemulihan bagi pihak keluarga korban maupun pihak pondok pesantren.

Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, serta 8 potongan tubuh.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *