SIDOARJO, KoranSidoarjo — Kualitas proyek infrastruktur di Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Ruas Jalan Raya Trosobo, tepatnya di area crossing jembatan yang baru rampung Desember 2025 lalu, kini dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah titik dilaporkan ambles dan berlubang dalam, hingga menyebabkan kecelakaan fatal bagi pengguna jalan.
Kecelakaan terbaru terjadi pada Rabu malam (11/02/2026). Umar Sobirin (50), warga Desa Gedangrowo, Prambon, dilaporkan mengalami cedera kepala berat dan dalam kondisi kritis. Korban terjatuh setelah motor yang dikendarainya terperosok ke lubang jalan yang menganga di jalur cepat tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aspal dari arah Surabaya terlihat bergelombang. Sementara dari arah berlawanan (Krian), terdapat titik amblesan cukup dalam yang sangat berbahaya bagi pengendara roda dua, terutama saat malam hari.
Ani, warga sekitar, mengungkapkan kegerahannya atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki. Menurutnya, lokasi tersebut telah menjadi “jebakan maut”.
“Kemarin sore saja, dari pukul 15.00 hingga 20.00 WIB, sudah ada tiga kecelakaan. Yang paling parah jam 8 malam; pengendara jatuh karena lubang lalu ditabrak lari,” ujar Ani kepada media, Kamis (12/02/2026).
Rusaknya jalan yang belum genap berusia dua bulan ini memicu kritik tajam terhadap PT Barokah Abadi selaku kontraktor pelaksana. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, M. Makhmud, mengaku telah mengambil tindakan tegas.
“Kami sudah melayangkan surat teguran resmi kepada PT Barokah Abadi pada Rabu kemarin. Mereka wajib memperbaiki dalam waktu 1×24 jam karena masih masa pemeliharaan. Namun, hingga saat ini belum terlihat ada aksi nyata di lapangan,” tegas Makhmud.
Kapolsek Taman Kompol Kanisius Franata menyayangkan lambannya respons pihak kontraktor. Mengingat jalur Trosobo adalah jalur padat dan cepat, pihaknya terpaksa melakukan tindakan darurat.
“Dini hari tadi anggota piket Lantas sudah saya perintahkan memberi tanda cat putih (pylox) dan penambalan sementara di lubang-lubang tersebut. Ini hanya solusi jangka pendek untuk meminimalisir korban.
Kami mendesak kontraktor segera melakukan perbaikan permanen dengan kualitas yang layak,” ujar Kompol Kanisius.(Jeff)
