Surabaya, KORANSIDOARJO.ID,- Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok MINYAKITA menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan kesesuaian harga MINYAKITA di tingkat konsumen.

Direktur Tertib Niaga, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Mario Josko, menyatakan bahwa pengawasan ini dilakukan secara intensif di berbagai daerah, termasuk di Pasar Pucang Anom, Surabaya, Jawa Timur.

“Hari ini, kami melakukan pengawasan di salah satu pasar pantauan di Surabaya, yaitu Pasar Pucang Anom. Berdasarkan pengawasan, ketersediaan stok MINYAKITA mencukupi dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) senilai Rp15.700/liter,” ujar Mario.

Mario menambahkan bahwa harga rata-rata MINYAKITA secara nasional tercatat sebesar Rp16.700 per liter, relatif stabil dibandingkan minggu sebelumnya. Sementara itu, harga MINYAKITA di Surabaya terpantau sudah sesuai HET.

Kemendag juga berkoordinasi dengan produsen MINYAKITA untuk memastikan pasokan ke pasar tradisional tetap terjaga. PT Mahesi Agri Karya dan Wilmar Group, dua produsen MINYAKITA di Surabaya, berkomitmen menyalurkan MINYAKITA ke wilayah Indonesia Timur.

“Kami berharap, dengan pasokan yang kontinu ini, harga MINYAKITA di wilayah Indonesia Timur tetap stabil,” tutur Mario.

Kemendag mengimbau produsen untuk memprioritaskan distribusi domestic market obligation (DMO) MINYAKITA ke pedagang pengecer di pasar pantauan secara kontinu dan merata, serta menaati ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kemendag akan terus memperkuat koordinasi dan melakukan pengawasan ke berbagai daerah lainnya untuk memastikan ketersediaan stok dan kesesuaian harga MINYAKITA,” tegas Mario.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *