KoranSidoarjo.id – SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta) Sidoarjo melakukan terobosan unik untuk mengisi bulan suci Ramadan 1445 Hijriah. Sekolah ini meluncurkan program “Sekolah Subuh” dan “Mukim Ramadan” guna mengubah pola hidup siswa agar lebih disiplin dan religius.Berbeda dengan stigma bulan Ramadan yang identik dengan bangun siang, para siswa di sekolah ini justru diwajibkan memulai aktivitas di sekolah sejak pukul 05.30 WIB.

Lawan Stigma Tidur Pagi dengan Sekolah Subuh

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo, Muhammad Arif Syaifudin, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk memutus kebiasaan tidur kembali setelah salat Subuh. Menurutnya, waktu setelah Subuh sangat produktif untuk membentuk karakter siswa.

“Kami menerapkan program Sekolah Subuh agar anak-anak tidak langsung tidur setelah sahur dan jamaah Subuh. Kami ingin membangun pola pikir bahwa Ramadan adalah momentum produktivitas, bukan bermalas-malasan,” ujar Arif Syaifudin saat ditemui di lingkungan sekolah.

Muhammad Arif Syarifuddin, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Taman.

Meski dimulai sangat pagi, siswa sudah dipulangkan pada pukul 10.00 WIB. Sekolah juga tetap memperhatikan kebugaran siswa dengan menganjurkan Qailullah (istirahat siang) saat tiba di rumah masing-masing agar kondisi fisik tetap prima selama berpuasa.

Program Mukim Fasilitasi Siswa Perdalam Ilmu Agama

Selain Sekolah Subuh, Spemduta juga menghadirkan program Intensif Ramadan melalui sistem Mukim atau menginap di sekolah selama tiga pekan. Tercatat sebanyak 68 siswa dari total 500 peserta didik antusias mengikuti program ini.

Untuk mendukung kenyamanan siswa, sekolah menyediakan berbagai fasilitas seperti ruang mukim khusus, lemari penyimpanan, hingga matras tidur.

Selama mukim, siswa menjalani rutinitas ibadah yang terjadwal ketat, antara lain:

Tadarus Al-Qur’an: Dengan target khatam 30 juz selama Ramadan.

Muhadharah: Pelatihan pidato dan kepemimpinan.

Kajian Kitab: Pendalaman literatur Islam klasik.

Ibadah Berjamaah: Mulai dari salat wajib hingga tarawih dan sahur bersama.

Respons Positif Siswa dan Orang TuaProgram ini mendapatkan testimoni positif dari para siswa. Nova Rangga, siswa kelas 9C, mengaku lebih mudah menjalankan ibadah jika dilakukan bersama teman-teman di sekolah.

“Kalau di rumah biasanya bangun sahur sering telat dan lingkungan untuk mengaji kurang maksimal. Di sini, kami bisa tadarus satu juz per hari tanpa terasa berat karena dilakukan bersama-sama,” cerita Nova.

Nova Rangga siswa SMP Muhammadiyah 2 Taman.

Senada dengan siswa, para wali murid turut mendukung penuh. Orang tua merasa terbantu karena secara tidak langsung ikut disiplin bangun pagi untuk mengantarkan anak mereka.

Program ini merupakan pengejawantahan dari visi “7 Kebiasaan Baik Anak Hebat” yang menjadi fondasi pendidikan karakter di SMP Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *