KORANSIDOARJO.ID,- Di balik hiruk-pikuk aktivitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Desa Balong Tani, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu bernama Daumi. Janda dengan tiga orang anak ini harus berjuang sendirian menghidupi keluarganya sejak sang suami meninggal dunia setahun lalu.

Bagi Daumi, peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremonial, melainkan cermin dari keteguhan seorang perempuan dalam menjaga kehidupan keluarganya.

Sudah 26 tahun Daumi bergelut dengan sampah. Awalnya ia menjadi pemulung di sekitar tempat tinggalnya, memilah sampah yang masih memiliki nilai jual. Empat tahun terakhir, sejak berdirinya TPA Griyo Mulyo, ia bekerja sebagai pemilah sampah di lokasi tersebut demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Daumi mengaku memilih pekerjaan ini karena dianggap halal dan tidak berbelit-belit.

“Saya kerja di sini karena kebutuhan, yang penting halal dan tidak ribet seperti melamar kerja di pabrik,” ungkapnya lirih saat ditemui di TPA Griyo Mulyo, Senin (22/12/2025).

Bekerja di TPA membuat hidup Daumi sedikit lebih ringan dibanding masa lalu. Jika dulu ia harus berkeliling di bawah terik matahari, kini ia bisa bekerja di satu tempat.

“Dulu saya memulung disekitar Jabon harus keliling memulung, sekarang Alhamdulillah sudah empat tahun di TPA ini,” tuturnya.

Kisah serupa juga dialami Alipah (53), janda dua anak yang telah ditinggal suaminya tiga tahun silam. Ia mengais rezeki dari balik tumpukan sampah di TPA yang sama, tempat ia dulu bekerja bersama sang suami semasa hidup. Kini, ia harus melanjutkan perjuangan itu sendirian demi anak-anaknya.

“Saya dulu kerja disini sama suami namun semenjak saya di tinggal suami saya meninggal tiga tahun silam, sekarang saya mencari rezeki di balik sampah-sampah ini dengan para rekan saya yang lain tanpa ditemani sang suami seperti dulu,” ungkapnya lirih

Di momen Hari Ibu, kisah Daumi dan Alipah menjadi potret nyata ketangguhan perempuan. Mereka membuktikan bahwa ibu bukan hanya simbol kasih sayang, tetapi juga sosok pejuang yang tak kenal lelah, bahkan dari balik tumpukan sampah, demi masa depan anak-anak yang mereka cintai.(Jeff)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *