SIDOARJO – Ledakan hebat yang berasal dari pabrik baja PT Great Wall Steel (GWS) di Sedati, Sidoarjo, pada Senin (6/4/2026) siang, berdampak serius bagi pemukiman warga.

Dentuman keras tersebut mengakibatkan sejumlah rumah di Perumahan Pepe Regency, Desa Pepe, mengalami kerusakan akibat getaran dan hantaman material besi.

Setidaknya empat rumah dilaporkan terdampak di dua lokasi berbeda. Di Perumahan Pepe Regency, kerusakan terkonsentrasi di blok nomor 1, 5, dan 19. Material berupa serpihan baja melesat dengan kecepatan tinggi hingga menjebol atap dan plafon rumah warga.

Salah satu korban terdampak, Mohammad Nur Kolis (60), menceritakan detik-detik mencekam saat ledakan terjadi. Meski saat itu ia berada di kawasan Pelikan, getaran kuat terasa hingga ke kediamannya yang lain di Pepe Regency.

“Suaranya sangat keras, rumah bergetar hebat. Saya langsung bergegas ke sini setelah dikabari kalau genteng rumah jatuh dan plafon jebol,” ujar Nur Kolis saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, di salah satu rumah, terdapat empat genting yang pecah serta plafon berlubang dengan diameter sekitar 10 sentimeter, sesuai dengan ukuran serpihan besi yang masuk ke dalam ruangan.

“Ada besi dan kotoran material yang masuk. Beruntung saat kejadian anak-anak sedang tidak berada di bawah plafon itu, kalau ada orang bisa sangat berbahaya,” tambahnya dengan nada khawatir.

Selain di kompleks perumahan, dampak ledakan juga dilaporkan merusak satu unit rumah di Jalan Jatayu. Warga sekitar menyatakan bahwa ledakan kali ini jauh lebih dahsyat dibandingkan insiden-insiden sebelumnya yang hanya terdengar seperti ban meletus.

Peristiwa ini memicu trauma dan keresahan bagi masyarakat di sekitar kawasan industri Sedati. Warga kini mendesak pihak PT Great Wall Steel (GWS) untuk segera bertanggung jawab atas kerugian materiil yang dialami warga.

Selain ganti rugi, warga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pabrik guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih merasa was-was akan potensi ledakan susulan yang dapat mengancam keselamatan jiwa mereka.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *