KoranSidoarjo.id,- Komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat oleh SMA Progresif Bumi Shalawat. Setiap usai masa libur sekolah maupun libur pondok pesantren, para siswa diwajibkan menjalani tes urine sebagai langkah deteksi dini sekaligus pembekalan pencegahan bahaya narkoba.

Pada hari pertama masuk sekolah usai libur panjang, sebanyak 95 siswa putra mengikuti tes urine di ruang laboratorium sekolah, Senin (20/7/2026). Aksi preventif ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo.

Dalam pelaksanaannya, BNNK Sidoarjo menerjunkan lima personel. Satu petugas memberikan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, sementara empat petugas lainnya mengawal proses pemeriksaan sampel urine para siswa. Sebelum tes dimulai, para peserta dibekali edukasi mengenai jenis-jenis zat adiktif, dampak buruk bagi kesehatan, hingga pentingnya membentengi diri dari pergaulan bebas.

Sejumlah siswa SMA Progresif Bumi Shalawat saat antri untuk tes urine.

Wakil Kesiswaan SMA Progresif Bumi Shalawat, Isma Dwi Andani, menjelaskan bahwa tes urine telah menjadi agenda rutin tahunan sekolah sejak 2020 sebagai bentuk perlindungan nyata bagi para santri.

“Setiap selesai liburan, baik liburan semester ganjil, semester genap maupun libur Hari Raya, pada hari pertama mereka masuk pondok pesantren kembali akan diadakan tes oleh BNN. Sebelumnya mereka diedukasi terlebih dahulu, setelah itu tes urine dan hasilnya dijelaskan oleh BNN,” kata Isma.

Isma menilai, tahapan edukasi menjadi kunci paling krusial sebelum pemeriksaan fisik dilakukan. Sebab, para siswa yang berada pada usia remaja sangat rentan terpapar pengaruh negatif saat berada di luar lingkungan pesantren.

“Anak-anak ini selama liburan keluar dari pondok, bertemu teman-teman di luar, sehingga perlu ada pemeriksaan ketika mereka masuk lagi ke sini. Kami juga melihat angka penyalahgunaan narkoba maupun HIV yang sedang tinggi, sehingga ini menjadi langkah antisipasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, program ini menyasar seluruh siswa kelas XI dan XII. Jumlah peserta yang diperiksa pun terus ditingkatkan setiap tahunnya agar pengawasannya kian menyeluruh.

BNNK Sidoarjo Apresiasi Langkah Preventif

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Sidoarjo, Widya, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi SMA Progresif Bumi Shalawat dalam mengamalkan prinsip sekolah bersih narkoba (Bersinar).

“Sebenarnya bagus ya, ini langkah yang saya rasa sangat preventif. Apalagi mereka baru selesai libur panjang dan memasuki tahun ajaran baru. Salah satu langkah yang bisa dilakukan sekolah untuk melindungi anak-anaknya adalah dengan tes urine. Harapannya tentu semuanya negatif, dan sampai sekarang hasilnya memang negatif,” ungkap Widya.

Widya menyebut langkah ini sangat layak dijadikan rujukan bagi lembaga pendidikan atau pesantren lain di Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk tanggung jawab moral menjaga generasi muda.

Dalam pemeriksaan kali ini, seluruh sampel urine dari 95 siswa yang diperiksa menunjukkan hasil negatif. Widya berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan sehingga para pelajar memiliki daya tangkal dan daya cegah yang kuat terhadap ancaman narkotika.

“Harapan saya untuk SMA Progresif Bumi Shalawat, hasilnya selalu negatif. Anak-anaknya memiliki daya tangkal, daya tolak, dan daya cegah terhadap penyalahgunaan narkoba. Sejauh ini hasilnya negatif semua,” pungkasnya.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *