SURABAYA, KoranSidoarjo.id— Tingginya pencemaran sampah kemasan sekali pakai di aliran sungai mendorong lahirnya aksi nyata dari komunitas lingkungan. Merespons kondisi tersebut, inisiatif Kampung Mozaic meluncurkan REFILIN (Refill Loop Indonesia), sebuah inovasi sistem distribusi guna ulang (refill) untuk kebutuhan rumah tangga di sepanjang kawasan Kali Tebu, Simokerto, Surabaya.

Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut atas temuan riset Analisis Karakteristik Sampah (AKSA) di RT 04/RW 03 Kelurahan Simokerto. Hasil penelitian tersebut mengonfirmasi bahwa jenis sampah kemasan sachet multilayer sangat mendominasi pencemaran di kawasan permukiman bantaran sungai tersebut.

Dalam empat hari masa uji coba operasinya pada 27–30 Juli 2026, gerakan berbasis masyarakat ini berhasil mencatatkan dampak ekologis yang terukur dalam menekan timbulan sampah plastik sekali pakai.

Cegah Hingga 1.500 Sachet Plastik

Berdasarkan data operasional REFILIN selama empat hari pertama, program ini mencatat capaian signifikan sebagai berikut:

Total Penyaluran: Sebanyak 30,6 liter produk cair kebutuhan rumah tangga (detergen cair, sabun cuci piring, dan pembersih lantai) berhasil didistribusikan kepada warga.

Pencegahan Timbulan (Skenario 40 ml): Distribusi isi ulang tersebut setara dengan mencegah potensi terciptanya 765 lembar sampah sachet.

Pencegahan Timbulan (Skenario 20 ml): Secara maksimal, sistem ini berhasil menekan potensi pembuangan hingga 1.530 lembar sampah sachet ke lingkungan dan aliran sungai.

Sistem operasional REFILIN mengusung taktik jemput bola langsung (door-to-door) masuk ke gang-gang sempit permukiman. Pendekatan ini dilakukan untuk merebut kembali alur distribusi kebutuhan harian agar lebih ramah lingkungan.

Selain memasarkan produk guna ulang, tim relawan memanfaatkan momen interaksi langsung tersebut untuk memberikan edukasi tatap muka mengenai bahaya sampah kemasan sekali pakai serta pentingnya pola konsumsi yang lebih sehat bagi lingkungan.

Dukungan Relawan dan Tokoh Masyarakat

Farida Febriani Tampubolon, Mahasiswa Universitas Brawijaya sekaligus relawan REFILIN Kali Tebu, menilai pendekatan langsung ke rumah-rumah warga terbukti ampuh membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Praktik ini sangat membantu masyarakat. Melalui distribusi door-to-door, interaksi yang terbangun bukan sekadar transaksi jual-beli, melainkan menjadi ruang edukasi tatap muka yang efektif untuk merombak kebiasaan konsumsi warga secara bertahap,” tutur Farida.

Kehadiran program inovatif ini mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat setempat. Ketua PKK RT 04/RW 03 Kelurahan Simokerto, Yuli, berharap jangkauan program ini dapat terus diperluas.

“Seharusnya toko isi ulang ini bisa didirikan di beberapa titik di sepanjang aliran sungai agar makin banyak masyarakat yang terlibat dalam inovasi guna ulang ini,” ujar Yuli.

Menjawab antusiasme warga dan tokoh masyarakat, Kampung Mozaic berencana mereplikasi titik layanan REFILIN di sepanjang bantaran Kali Tebu demi memaksimalkan misi pencegahan timbulan sampah plastik.

Uji coba di Simokerto ini sekaligus menjadi percontohan penting bahwa sistem guna ulang berbasis data dan pendekatan sosial mampu memberikan dampak nyata dalam mengubah pola konsumsi masyarakat sekaligus menyelamatkan lingkungan sungai.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *