KORANSIDOARJO.ID,— Sinergi aparat keamanan di Bandara Internasional Juanda kembali membuahkan hasil signifikan. Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda sukses menggagalkan dua upaya penyelundupan narkotika lintas negara dan antar-pulau senilai total Rp3,2 miliar.

Aksi pengaggalan pertama terjadi pada Rabu (29/7/2026). Berawal dari kecurigaan petugas lapangan Bea Cukai yang diperkuat analisis Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda, petugas mengamankan seorang penumpang warga negara asing (WNA) yang menumpangi pesawat Batik Air OD-352.

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak 4 bungkus dengan berat total 990 gram, serta 4 bungkus ekstasi sebanyak 1.089 butir. Barang haram tersebut ditaksir bernilai Rp2.900.700.000 dan berhasil menyelamatkan sekitar 6.584 jiwa dari ancaman bahaya narkoba.

Modus Paket Kiriman ke Ternate

Tak berhenti di situ, upaya penyelundupan rute domestik juga berhasil digagalkan pada Minggu (2/8/2026) dini hari. Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda bersama PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) mendeteksi paket mencurigakan yang hendak dikirim menuju Ternate, Maluku Utara.

Saat diperiksa, paket tersebut berisi 2 kantong plastik sabu dengan berat total 188 gram. Barang bukti jaringan domestik ini diperkirakan bernilai Rp300.000.000 dan berpotensi menyelamatkan sebanyak 376 jiwa.

Perbuatan para pelaku melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 juncto Pasal 113 Ayat (2) tentang Narkotika. Penindakan tegas ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memberantas tindak kejahatan narkotika yang merusak generasi muda.

Sinergi Komunitas Bandara dan Penanganan Lanjutan

Komandan Lanudal Juanda mengapresiasi kerja sama solid seluruh elemen stakeholder di lingkungan Bandara Internasional Juanda, mulai dari Satgaspam Bandara, Bea Cukai Juanda, hingga PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Juanda.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik dan wujud sinergitas antar-komunitas Bandara Juanda. Seluruh barang bukti beserta proses penyidikan selanjutnya kami serahkan kepada Polresta Sidoarjo untuk pengembangan dan pendalaman lebih lanjut,” tegas pihak Lanudal Juanda.

Sebagai pangkalan udara militer yang juga berfungsi sebagai bandara enclave civil (penerbangan sipil dan militer berdampingan), Lanudal Juanda menegaskan posisi strategisnya sebagai leading sector dan koordinator pengamanan objek vital nasional tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik ini. Ke depan, kita tingkatkan soliditas untuk selalu bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bandara Internasional Juanda, baik pada penerbangan domestik maupun internasional,” pungkasnya.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *