KoranSidoarjo.id,— Lapas Kelas I Surabaya di Porong kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Komitmen ini dibuktikan lewat aksi panen raya tanaman jagung di area lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 36.

Dalam kegiatan pemetikan hasil bercocok tanam tersebut, warga binaan pemasyarakatan berhasil mengumpulkan total hasil panen mencapai 250 kilogram jagung.Adapun komoditas yang dipanen terdiri dari dua varietas utama, yakni jagung pulut dan jagung manis, yang ditanam serta dirawat secara berkala oleh para warga binaan di bawah bimbingan petugas lapas.

Panen Bertahap Berorientasi Sosial

Proses pemanenan di lahan SAE 36 ini dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kematangan serta usia tanam jagung di lapangan.Pihak manajemen Lapas Kelas I Surabaya menegaskan bahwa hasil komoditas pangan yang diproduksi dari area SAE 36 tidak berorientasi pada kegiatan komersial atau jual beli semata.

Hasil panen tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sosial internal serta membagikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Wadah Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Pemanfaatan optimal lahan SAE 36 menjadi instrumen penting bagi Lapas Kelas I Surabaya dalam mendorong produktivitas dan pembentukan keterampilan (skill) kemandirian warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Melalui program agribisnis ini, Lapas Porong tidak hanya membekali para penghuni dengan ilmu pertanian praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat kepedulian sosial serta kontribusi aktif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *