KoranSidoarjo.id, Banyuwangi — Aksi kemanusiaan donor darah yang digelar DPC PDI Perjuangan Banyuwangi dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno disambut antusias oleh masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, Minggu (28/6/2026), bahkan diserbu peserta hingga melampaui target awal kepanitiaan.
Semula, pihak panitia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi hanya menyiapkan kuota untuk sekitar 100 kantong darah. Namun, animo masyarakat yang datang ternyata membeludak. Lebih dari 150 orang tercatat mendaftarkan diri secara sukarela untuk mendonorkan darah mereka.
Sinergi Kader dan Semangat Gotong Royong
Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi ini menjadi bukti nyata meningkatnya kesadaran masyarakat untuk saling berbagi.
“Peserta yang ikut donor terdiri dari pengurus DPC, Fraksi, PAC se-Banyuwangi, serta masyarakat.
Animo masyarakat luar biasa. Kuota yang disediakan sekitar 100 kantong, tetapi yang mendaftar lebih dari 150 peserta,” kata Ana di sela-sela peninjauan kegiatan.
Menurut Ana, agenda ini merupakan bagian dari rangkaian khidmat Bulan Bung Karno. Tujuannya tidak sekadar mengenang jasa sang Proklamator RI, melainkan diwujudkan lewat aksi konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Semangat gotong royong yang diajarkan Bung Karno kami wujudkan melalui donor darah. Harapannya masyarakat semakin peduli dan sadar bahwa setetes darah yang disumbangkan bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” lanjutnya.
Manfaat Kesehatan dan Harapan Rutin Digelar
Tingginya antusiasme tidak hanya datang dari internal kader partai, tetapi juga masyarakat umum. Salah seorang peserta donor, Ridawati, warga Desa/Kecamatan Gambiran, mengaku sengaja datang karena telah lama menantikan adanya kegiatan donor darah terdekat di wilayahnya.
“Saya senang sekali ada kegiatan donor darah seperti ini. Sudah lama menunggu, semoga ke depan lebih sering diadakan lagi supaya masyarakat yang ingin donor bisa ikut,” ungkap Ridawati.
Bagi Ridawati, donor darah sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehatnya. Selain bernilai ibadah untuk membantu sesama, ia merasakan dampak fisik yang positif secara langsung.
“Kalau habis donor badan rasanya lebih segar dan sehat. Yang paling penting bisa membantu orang yang sedang membutuhkan darah,” pungkasnya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh DPC PDI Perjuangan Banyuwangi bersama PMI ini berlangsung sejak Minggu pagi secara tertib. Pihak penyelenggara berharap pasokan kantong darah yang terkumpul dapat membantu mengamankan stok darah bagi pemenuhan medis medis darurat di seluruh rumah sakit se-Kabupaten Banyuwangi.
