Foto ilustrasi
KoranSidoarjo.id – Guyuran hujan deras sejak Minggu (15/2) malam hingga Senin (16/2) pagi menyisakan genangan air di sejumlah titik di Sidoarjo. Di Kecamatan Taman, tercatat ada enam desa yang kini tengah berjuang menghadapi kepungan banjir yang masuk ke permukiman.

Kondisi cukup melelahkan dirasakan warga Desa Bringinbendo. Pasalnya, banjir di wilayah ini sebenarnya sudah muncul sejak tiga hari lalu. Sempat mengering pada hari sebelumnya, air justru kembali naik dan membasahi lantai rumah warga setelah hujan lebat tak kunjung berhenti semalam.

Kepala Desa Bringinbendo, Sholeh Dwi Cahyono, menyebutkan bahwa ada tiga dusun yang terdampak paling signifikan. Menurutnya, karakter hujan yang “awet” membuat drainase tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke jalanan dan rumah-rumah.

Pantauan di lokasi menunjukkan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 30 sentimeter. Dusun Bringin Wetan, Bringin Kulon, dan Bendo menjadi titik terdalam. Meski di Dusun Bendo lebih banyak merendam lahan pertanian, warga tetap waspada jika debit air kembali meningkat.

Camat Taman, Ahmad Fauzi, merinci sebaran titik banjir yang terjadi di wilayahnya. Selain Bringinbendo, terdapat lima desa lain yang mengalami kondisi serupa, yaitu Desa Kramatjegu, Tanjungsari, Pertapanmaduretno, Ketegan, dan Trosobo.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, M. Makhmud, menegaskan bahwa langkah darurat telah diambil sejak pagi hari. Pihaknya fokus pada evakuasi genangan agar aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh total.

Dua unit pompa portabel telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk mempercepat penyusutan air. Selain itu, aliran air dari Sungai Buntung akan dialihkan sementara menuju Sungai Pelayaran dan Kanal Dungus guna mengurangi tekanan beban air di wilayah pemukiman Kecamatan Taman.(Jeff)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *