KoranSidoarjo.id, – Sebanyak 62 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur Korwil Surabaya resmi menyandang baret kehormatan korps. Momentum pengukuhan ini diraih setelah puluhan tunas muda pengayoman tersebut sukses melewati tempaan fisik, mental, dan disiplin (FMD) semalam suntuk di Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo, Kamis (18/6/2026).

Komposisi peserta CPNS Pemasyarakatan Korwil Surabaya yang mengikuti pembaretan tahun ini terdiri dari 35 orang laki-laki dan 27 orang perempuan. Kegiatan komprehensif ini sengaja digelar sebagai langkah krusial dalam membentuk karakter tangguh, memperkuat integritas, sekaligus mendongkrak kualitas SDM di sektor pemasyarakatan.

Rangkaian acara diawali dengan upacara pembukaan oleh Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, yang dalam hal ini diwakili langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Surabaya. Sesaat setelah dibuka, tim medis internal langsung melakukan skrining kesehatan ketat kepada seluruh peserta sebelum mereka menerima pembekalan materi kepemasyarakatan sebagai fondasi teoretis.

Memasuki waktu sore hari, intensitas pembinaan mulai bergeser ke area lapangan. Para peserta yang dibagi ke dalam enam regu diwajibkan melakukan long march (jalan jauh) menyisir rute di kawasan sekitar luar tembok Lapas Porong.Di sepanjang jalur long march, panitia telah mendirikan sejumlah pos pantau khusus.

Setiap regu ditantang untuk menyelesaikan berbagai simulasi masalah birokrasi dan keamanan yang menuntut kekompakan, fungsi kepemimpinan, serta kecepatan taktis dalam memecahkan problem (problem solving).Meski digembleng hingga larut malam dan menguras stamina, grafik semangat para peserta tidak mengendur. Salah satu fase krusial sekaligus menegangkan terjadi menjelang dini hari, ketika para CPNS diuji keberaniannya untuk mengambil baret masing-masing di area pemakaman umum yang gelap gulita.

Tantangan ini menjadi ujian mental psikologis sebelum mereka dinyatakan layak menyandang baret pemasyarakatan.Puncak sakral dari FMD ini ditandai dengan upacara tradisi penyematan baret yang dipimpin oleh para Kepala UPT Pemasyarakatan Korwil Surabaya. Dalam amanatnya, Kalapas Kelas I Surabaya menekankan bahwa pembaretan ini bukan sekadar seremonial kelulusan di atas kertas.

“Malam ini bukan hanya tentang mengenakan baret, tetapi tentang membangun komitmen untuk menjaga integritas, disiplin, dan etos kerja. Jadilah insan Pemasyarakatan yang mampu menjaga nama baik organisasi serta memberikan kontribusi positif bagi institusi,” tegasnya secara lugas di hadapan barisan peserta.

Lebih lanjut, Kalapas juga mengingatkan para aparatur muda tersebut agar selalu siap menghadapi dinamika kerja di dalam lapas atau rutan yang penuh dengan risiko dan tantangan nyata.

“Tantangan yang kalian hadapi malam ini adalah gambaran kecil dari tugas yang akan dihadapi ke depan maka jadilah bagian dari solusi dan kemajuan organisasi, bukan menjadi penyumbang masalah bagi institusi ,” pungkasnya.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *