KoranSidoarjo.com – Aksi penjambretan sadis menimpa seorang ibu berinisial S (warga Desa Berbek) di pertigaan Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Korban harus dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh dari motor akibat tas miliknya ditarik paksa oleh dua orang pelaku.

Kapolsek Waru, Kompol Miftakhul Amin, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis pagi saat korban dalam perjalanan pulang usai berbelanja di Pasar Ngeni.

“Pelaku diduga sudah membuntuti korban dari arah pasar. Sesampainya di pertigaan jembatan Ngeni, motor korban dipepet dan pelaku langsung merampas tas tangannya,” ujar Kompol Miftakhul Amin, Jumat (17/4/2026).

Aksi tarik-menarik sempat terjadi di atas kendaraan yang melaju. Hal ini menyebabkan korban kehilangan kendali hingga tersungkur ke aspal. Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka robek cukup dalam di pelipis kiri dan harus menerima tindakan jahitan di sebuah rumah sakit di Surabaya.

“Korban mengalami luka di pelipis kiri dan saat ini sudah mendapatkan perawatan medis,” tambah Amin.

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi di lokasi, pelaku berjumlah dua orang dengan mengendarai motor Suzuki Satria tanpa pelat nomor. Polisi menyebut telah mengidentifikasi ciri-ciri fisik salah satu pelaku yang memiliki tato di bagian tubuhnya.

“Kami sudah mengantongi ciri-ciri pelaku, salah satunya bertato. Setelah beraksi, mereka melarikan diri ke arah barat menuju kawasan Terminal Purabaya,” tegasnya.

Dalam insiden ini, korban kehilangan tas berisi perhiasan anting seberat 1,7 gram, uang tunai, serta dokumen STNK motor. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp3,5 juta.

Saat ini, Unit Reskrim Polsek Waru tengah melakukan pengejaran intensif terhadap kedua pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara sendirian, terutama ketika membawa barang berharga di jalanan sepi.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *