KoranSidoarjo.id, — Hak memperoleh layanan kesehatan gratis bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) terus diperkuat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) resmi menunjuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong sebagai lokasi pilot project kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk wilayah Jawa Timur.

Penunjukan tersebut ditandai dengan bimbingan teknis kepesertaan JKN dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga binaan di Lapas Porong, Kamis (10/9/2026).Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas, Dr. dr. Adhayani Lubis, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan warga binaan harus berjalan seiring dengan program pembinaan hukum. Dari total 1.600 penghuni Lapas Kelas I Surabaya, sebanyak 1.400 warga binaan di antaranya telah sukses terdaftar dalam skema PBI JKN.

“Di Lapas Kelas I Surabaya, kita lakukan bimbingan teknis dan CKG gratis. Salah satu sasaran utama kami adalah memastikan data warga binaan terintegrasi dengan pembiayaan PBI JKN pemerintah. Kami meminta Kakanwil terus memonitoring agar program ini segera terealisasi di seluruh lapas dan rutan se-Indonesia,” ujar Adhayani.

Fokus Penanganan TBC dan Sanitasi Kamar Hunian

Selain jaminan layanan BPJS Kesehatan, Ditjenpas juga memberikan perhatian khusus pada pencegahan penyakit menular, terutama Tuberkulosis (TBC), yang berisiko tinggi di lingkungan lapas akibat kondisi hunian yang tertutup.Adhayani menjelaskan bahwa penanganan TBC dilakukan secara komprehensif mulai dari pemenuhan nutrisi makanan hingga perbaikan lingkungan fisik sel.

“Program kami mencakup perbaikan nutrisi, kecukupan kalori, sanitasi lingkungan, serta penciptaan kamar sehat yang tidak lembap. Jika ada warga binaan yang terdeteksi TBC, pengobatan langsung dioptimalkan bekerja sama dengan puskesmas maupun rumah sakit setempat,” tegasnya.

Kakanwil Instruksikan 33 Lapas dan Rutan di Jatim Lakukan Studi Tiru

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Kusnali, menyambut baik langkah Ditjenpas yang menjadikan Lapas Porong sebagai tempat percontohan penjaminan kesehatan warga binaan.Sebagai langkah konkrit, Kusnali menginstruksikan seluruh Kepala Lapas (Kalapas) dan Kepala Rutan (Karutan) di Jawa Timur untuk melakukan studi tiru ke Lapas Kelas I Surabaya.

“Kami mendorong dan menginstruksikan seluruh Kalapas dan Karutan se-Jawa Timur untuk studi tiru ke Lapas Kelas I Surabaya. Besar harapan kami, seluruh 33 lapas dan rutan di wilayah Jawa Timur bisa bekerja sama sehingga seluruh warga binaan menjadi peserta PBI JKN,” tutur Kusnali.

Sementera itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mensukseskan program percontohan ini secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga binaan. Melalui kepesertaan JKN dan ketersediaan layanan medis, kebutuhan kesehatan warga binaan dapat terpenuhi dengan baik selama masa pembinaan,” pungkas Sohibur.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *