KoranSidoarjo.id, — Bagi masyarakat awam, istilah cadong mungkin terdengar asing di telinga. Namun, bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), cadong merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Istilah khas pemasyarakatan ini merujuk pada jatah makanan resmi yang disediakan negara selama menjalani masa pidana.

Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, pemenuhan cadong dikelola secara profesional melalui fasilitasi Dapur Sehat.Berdasarkan data harian per Selasa (16/9/2026), Dapur Sehat Lapas Porong melayani kebutuhan makan bagi 1.698 warga binaan. Dalam sehari, tim dapur menyajikan makanan sebanyak tiga kali konsumsi, yakni makan pagi, makan siang, dan makan sore (sebagai santap malam).

Siklus Menu 10 Hari dan Standar 4 SehatSetiap sajian cadong dipastikan memenuhi standar kecukupan gizi seimbang.Dalam satu porsi tempat makan, tersusun komoditas nasi (karbohidrat), lauk-pauk (protein), sayuran, hingga buah-buahan segar.

Untuk mencegah rasa bosan pada penghuni lapas, Dapur Sehat Lapas Kelas I Surabaya menerapkan sistem rotasi atau siklus menu selama 10 hari berkala.

Berikut gambaran umum komposisi jatah cadong yang disajikan:

  1. Menu Karbohidrat: Nasi putih berkualitas sebagai bahan pokok.
  2. Menu Lauk Utama & Pendamping: Kombinasi variasi seperti ayam kecap, tempe goreng, tahu, hingga olahan ikan.
  3. Menu Sayur & Buah: Tumis kangkung, sayur bening, serta buah pisang segar secara bergantian sesuai rotasi hari.

Operasional Dapur Sehat dan Pengawasan Ketat

Di balik terjaminnya cadong bagi 1.698 warga binaan, terdapat proses olah pangan intensif di Dapur Sehat. Seluruh tahapan mulai dari pencucian bahan baku, pemotongan, memasak dalam kuali besar, hingga proses pemorsian (plating) dilakukan secara higienis.

Pengolahan makanan harian ini memberdayakan warga binaan yang telah ditunjuk resmi sebagai tamping dapur, dengan pengawalan melekat dari petugas pemasyarakatan.Dapur Sehat Lapas Porong menyiagakan empat petugas khusus yang bekerja secara bergantian (shift).

Pada setiap pergantian jadwal jaga, satu petugas disiagakan untuk mengawasi langsung kebersihan, takaran porsi, dan kelancaran distribusi makanan ke blok-blok hunian.

Manajemen Dapur Sehat membuktikan bahwa cadong di Lapas Kelas I Surabaya bukan sekadar pembagian jatah rutinitas belaka. Di dalamnya terdapat jaminan pemenuhan hak asasi dan kelayakan gizi bagi para warga binaan yang dikelola secara terencana, bersih, dan berkelanjutan dari hari ke hari.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *