KoranSidoarjo.id, — Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong menggelar kegiatan rutin “Sabtu Efektif” untuk menciptakan lingkungan hunian yang asri sekaligus produktif. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara warga binaan, wali blok, dan petugas blok untuk merapikan area perkebunan di seluruh blok hunian, mulai dari Blok A hingga Blok H.
Dalam aksi gotong royong tersebut, warga binaan menata berbagai tanaman pangan, membenahi lanskap lingkungan sekitar, serta memasang ornamesh dan kawat pembatas. Pemasangan barikade dan tanda peringatan tersebut dilakukan untuk mengatur akses keluar-masuk area perkebunan demi menjaga ketertiban serta keamanan internal lapas.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menyampaikan bahwa optimalisasi area hijau di dalam kompleks hunian merupakan langkah nyata mendorong kemandirian warga binaan melalui berbagai sektor produktif.
”Area ini terus kami dorong untuk dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan,” ujar Sohibur Rachman.
Ruang Belajar dan Pengembangan Keterampilan
Sohibur menegaskan, penataan lahan terbuka di area blok hunian bukan sekadar agenda pembersihan lingkungan rutin semata, melainkan bagian integral dari proses pembinaan karakter dan keahlian kerja bagi para penghuni lapas.
”Kami ingin setiap kegiatan di dalam lapas memiliki nilai pembinaan, sehingga menjadi ruang bagi warga binaan untuk belajar, bekerja sama, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan sesuatu yang produktif,” ungkapnya.
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Pelibatan aktif Wali Blok dan Petugas Blok menjadi kunci utama dalam memastikan penataan serta pemanfaatan area kebun berjalan secara berkelanjutan.
Langkah konkret pemanfaatan lahan ini juga diselaraskan untuk mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Melalui program Sabtu Efektif ini, Lapas Kelas I Surabaya berkomitmen terus mencetak warga binaan yang memiliki kemandirian dan keterampilan wirausaha sebelum nantinya kembali ke tengah masyarakat.
