KoranSidoarjo.id,- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya kali ini terasa sangat berbeda dan penuh khidmat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pelaksanaan upacara bendera 17 Agustus digelar secara kolaboratif dengan melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) serta pelajar sekolah di wilayah Sidoarjo.
Upacara yang berlangsung di halaman Lapas Kelas I Surabaya ini menjadi momentum bersejarah yang mempererat sinergi antara warga binaan, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga generasi muda.Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Rachman, menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat sinergi dan energi positif dari berbagai pihak, mulai dari jajaran Kecamatan, Polsek, hingga Koramil setempat.
“Hari ini kami masyarakat Indonesia, terkhusus di Lapas Kelas I Surabaya, berkat sinergi dan energi positif dari rekan-rekan aparat Kecamatan, Polsek, dan Koramil, dapat melaksanakan kegiatan upacara 17 Agustus. Ini merupakan upacara pertama kali yang kami laksanakan secara bersama-sama,” ujar Rachman saat ditemui usai kegiatan, Senin(17/8/2026).
Ia menambahkan, upacara tersebut diikuti oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari warga binaan pemasyarakatan (WBP), petugas lapas, jajaran Forkopimka, pelajar, serta para tamu undangan.
Pemberian Tali Asih untuk Janda Veteran
Tidak hanya pelaksanaan pengibaran bendera, momentum bahagia ini juga diisi dengan aksi kepedulian sosial. Pihak penyelenggara bersama Forkopimka menyerahkan tali asih kepada para janda veteran perang sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan bangsa.
“Kami memberikan tali asih kepada janda veteran melalui perwakilan yang hadir. Ada lima orang perwakilan yang hadir langsung untuk menerima tali asih tersebut,” kata Rachman.
Rachman berharap melalui peringatan HUT Kemerdekaan RI ini, seluruh elemen masyarakat, termasuk warga binaan, dapat terus optimistis dalam menatap masa depan dan berkontribusi nyata bagi bangsa.
“Kami optimistis ke depan Indonesia makin baik dan makin maju. Kita semua ingin menjadi bagian yang bisa mengabdikan diri untuk kemaslahatan serta pengabdian kepada NKRI,” tegasnya.
Unjuk Kebolehan Seni Barongan Karya Warga Binaan
Kemeriahan upacara semakin terasa saat jajaran warga binaan menampilkan pertunjukan seni kreasi tradisi Jaranan dan Barongan. Penampilan seni budaya ini berhasil memukau ratusan peserta upacara dan penonton yang hadir. Sohibur Rachman kembali menjelaskan bahwa kesenian Barongan tersebut merupakan hasil pembinaan intensif yang dilakukan oleh pihak Lapas Kelas I Surabaya selama hampir tiga tahun.
“Seni kreasi Jaranan dan Barongan ini kami didik dari nol, sudah berjalan hampir tiga tahun. Setiap ada agenda atau event penting selalu kami tampilkan. Anggotanya terdiri dari warga binaan yang memang memiliki minat dan keahlian di bidang seni ini,” ungkapnya.
Kerja keras para warga binaan dalam merawat seni budaya daerah mendapat apresiasi hangat dari seluruh tamu undangan dan warga masyarakat yang menyaksikan. “Alhamdulillah, tadi kita lihat mereka tampil sangat totalitas, dan antusiasme dari para penonton juga sangat luar biasa,” pungkas Rachman.
