KORANSIDOARJO.ID,- Musala yang berada di kawasan asrama putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat sedang digunakan Salat ashar berjamaah Senin (29/9/2025). Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu roboh dan mengakibatkan puluhan santri luka-luka serta tiga santri meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun sampai saat ini total ada 98 santri menjadi korban dalam peristiwa ini. Para korban tersebar di tiga rumah sakit, yakni RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.
Tiga santri yang meninggal dunia adalah Mochammad Mashudulhaq (14), asal Dukuh Pakis, Surabaya; Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung; dan Alvian Ibrahim, yang meninggal saat dirawat di RSI Siti Hajar.
Mashudulhaq sempat dirawat di RSUD Sidoarjo, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, Muhammad Soleh yang mengalami luka parah dan berada di zona merah juga dinyatakan meninggal dunia pada Senin pagi. Sedangkan Alvian Ibrahim meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSI Siti Hajar.
Kondisi Korban di RSUD Sidoarjo
RSUD Sidoarjo merawat total 40 santri. Rinciannya: 7 orang luka berat, 4 orang luka sedang, dan 28 orang luka ringan. Dari jumlah tersebut, 29 pasien telah dipulangkan, 9 pasien masih dirawat, 1 pasien dalam observasi, 1 pasien pulang atas permintaan sendiri (APS), dan 1 pasien meninggal dunia (Mashudulhaq).
Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, menyampaikan salah satu pasien harus menjalani amputasi di lokasi kejadian karena kondisi luka sangat berat dan membahayakan nyawa.
“Evakuasi dilakukan cepat di TKP. Tim ortopedi dan anestesi kami lakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan,” ujar dr Atok saat dikonfirmasi.
Kondisi Korban di RSI Siti Hajar
RSI Siti Hajar menangani 52 santri. Dari jumlah itu, 10 orang masih menjalani rawat inap, 40 sudah dipulangkan, 1 dirujuk ke RS Al-Shakinah Mojokerto, dan 1 meninggal dunia (Alvian Ibrahim).
Humas RSI Siti Hajar, dr Erli Mawar Nuraini, mengatakan mayoritas korban mengalami luka ringan dan trauma. “Datanya kemarin 1 santri meninggal, 10 santri masih dirawat inap, 1 santri dirujuk ke Mojokerto, dan 40 santri sudah pulang,” terangnya.
Sementara itu, Muhammad Soleh yang sempat menjalani perawatan intensif akhirnya tidak tertolong. Ia mengalami luka parah akibat himpitan reruntuhan di bagian tubuh bawah.
Dengan data terbaru ini, jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny menjadi tiga orang, puluhan lainnya masih dalam perawatan, dan satu korban harus menjalani amputasi akibat luka berat.
