KoranSidoarjo.id– Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) kembali menghidupkan suasana Ramadan dengan diskusi santai bertajuk “Tadarus Jurnalistik”. Digelar di Balai Wartawan Sidoarjo, Jumat (7/3/2026) malam, diskusi ini mengupas tuntas arah ekonomi Sidoarjo di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Acara yang berlangsung gayeng hingga dini hari ini mempertemukan para jurnalis, mahasiswa, dan pelaku usaha dengan dua narasumber: Ketua Kadin Sidoarjo, M. Ubaidillah Nurdin, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sidoarjo, Bahrul Amig.
Ketua Kadin Sidoarjo, M. Ubaidillah Nurdin, mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menutup mata terhadap perubahan zaman. Menurutnya, perilaku konsumen sekarang sudah berubah total, terutama sejak didominasi oleh Gen Z dan Gen Alpha.
“Sekarang itu zamannya visual. Kebutuhan tempat atau produk yang instagramable bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kita harus kreatif biar bisnis tetap dilirik tapi operasional tetap efisien,” kata Ubaidillah.
Tak hanya soal estetika, Ubaidillah juga membocorkan suksesnya UMKM Sidoarjo yang mulai “go international”. Berkat pendampingan rutin, produk lokal seperti kopi kini sudah dinikmati warga Inggris, disusul ekspor kerupuk yang terus meluas.
Senada dengan hal itu, Bahrul Amig selaku perwakilan Pemkab Sidoarjo menekankan pentingnya perubahan gaya kerja di pemerintahan. Ia ingin birokrasi lebih fleksibel dan tidak sekadar mengandalkan aturan di atas kertas.
“Pemerintah nggak boleh kaku lagi. Harus ada ruang buat inovasi. Kita nggak bisa cuma pakai otoritas tanpa mikirin langkah bisnis yang cepat,” jelas Amig yang juga mantan Kepala DLHK Sidoarjo ini.
Amig punya ide segar, ke depan pemberdayaan ekonomi jangan lagi cuma sekadar pelatihan formal dari kantor dinas. Ia mendorong adanya sistem mentoring atau pendampingan langsung dari pelaku usaha yang sudah sukses kepada para pemula.
Diskusi makin seru saat sesi tanya jawab. Para mahasiswa sempat “curhat” soal program pelatihan kerja pemerintah yang dirasa kurang greget dan belum jelas hasilnya. Sementara itu, pelaku UMKM menyoroti sulitnya akses fasilitas pemerintah dan tingginya beban pajak.
Melalui forum ini, Forwas berharap ada sinergi yang makin klop antara wartawan, pemerintah, dan pengusaha. Kolaborasi inilah yang dianggap bakal jadi modal kuat bagi Sidoarjo untuk bertahan dan terus tumbuh di masa depan.
